Beranda > KTSP > Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007)

Pelaksanaan Penilaian Hasil Belajar (Permendiknas Nomor 20 tahun 2007)

Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut:
1. sahih, berarti penilaian didasarkan pada data yang mencerminkan kemampuan yang diukur.
2. objektif, berarti penilaian didasarkan pada prosedur dan kriteria yang jelas, tidak dipengaruhi subjektivitas penilai.
3. adil, berarti penilaian tidak menguntungkan atau merugikan peserta didik karena berkebutuhan khusus serta perbedaan latar belakang agama, suku, budaya, adat istiadat, status sosial ekonomi, dan gender.
4. terpadu, berarti penilaian oleh pendidik merupakan salah satu komponen yang tak terpisahkan dari kegiatan pembelajaran.
5. terbuka, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapat diketahui oleh pihak yang berkepentingan.
6. menyeluruh dan berkesinambungan, berarti penilaian oleh pendidik mencakup semua aspek kompetensi dengan menggunakan berbagai teknik penilaian yang sesuai, untuk memantau perkembangan kemampuan peserta didik.
7. sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengan mengikuti langkah-langkah baku.
8. beracuan kriteria, berarti penilaian didasarkan pada ukuran pencapaian kompetensi yang ditetapkan.
9. akuntabel, berarti penilaian dapat dipertanggungjawabkan, baik dari segi teknik, prosedur, maupun hasilnya.
Penilaian hasil belajar oleh pendidik menggunakan berbagai teknik penilaian berupa tes, observasi, penugasan perseorangan atau kelompok, dan bentuk lain yang sesuai dengan karakteristik kompetensi dan tingkat perkembangan peserta didik.
1. Teknik tes berupa tes tertulis, tes lisan, dan tes praktik atau tes kinerja.
2. Teknik observasi atau pengamatan dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar kegiatan pembelajaran.
3. Teknik penugasan baik perseorangan maupun kelompok dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.
4. Instrumen penilaian hasil belajar yang digunakan pendidik memenuhi persyaratan (a) substansi, adalah merepresentasikan kompetensi yang dinilai, (b) konstruksi, adalah memenuhi persyaratan teknis sesuai dengan bentuk instrumen yang digunakan, dan (c) bahasa, adalah menggunakan bahasa yang baik dan benar serta komunikatif sesuai dengan taraf perkembangan peserta didik.
5. Instrumen penilaian yang digunakan oleh satuan pendidikan dalam bentuk ujian sekolah/madrasah memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, dan bahasa, serta memiliki bukti validitas empirik.
6. Instrumen penilaian yang digunakan oleh pemerintah dalam bentuk UN memenuhi persyaratan substansi, konstruksi, bahasa, dan memiliki bukti validitas empirik serta menghasilkan skor yang dapat diperbandingkan antar sekolah, antar daerah, dan antartahun.
Guru sebagai agen pembelajaran selalu melaksanakan penilaian terhadap hasil belajar peserta didiknya secara berkesinambungan, yang meliputi kegiatan sebagai berikut :
1. menginformasikan silabus mata pelajaran yang di dalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian pada awal semester.
Sebagian guru belum melaksanakannya ini terlihat dari program semester yang disusun guru pada pertemuan pertama awal semester dimulai dengan proses pembelajaran pada kompetensi dasar pertama.
2. mengembangkan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran.
Kegiatan pengembangan indikator pencapaian KD dan memilih teknik penilaian yang sesuai dilaksanakan pada waktu pengembangan silabus, silabus mata pelajaran di dapatkan guru dari internet atau memphotocopy silabus yang disusun sekolah lain, hasil pengembangan silabus pada kegiatan MGMP mata pelajaran, dan hasil pengembangan silabus sendiri . Hal ini menunjukan bahwa kegiatan ini belum dilaksanakan sebagian guru.
3. mengembangkan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian yang dipilih.
Pengembangan instrumen dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaiannya tentu dapat kita lihat pada bagian akhir dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 tahun 2008 tentang Standar Proses. Jika kita perhatikan RPP tersebut masih ada guru yang belum membuat rancangan penilaian yang memuat instrument, teknik, kunci, dan teknik penilaiannya.
4. melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan/atau bentuk lain yang diperlukan.
Tes yang dilaksanakan adalah ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, dan ulangan kenaikan kelas. Pengamatan dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung, penugasan dapat berbentuk pekerjaan rumah dll. Hal ini telah dilaksanakan guru dengan baik, pencatatannya perlu diperhatikan terutama pada pengamatan.
5. mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar peserta didik.
Guru telah mengolah hasil penilaian dengan baik, tetapi perlu ditingkatan terutama dalam menganalisis kemajuan hasil belajar dan kesiltan belajar peserta didik.
6. mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik disertai balikan/komentar yang mendidik.
Sebagian besar guru mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan peserta didik, tetapi hanya sebagian kecil guru yang menyertainya dengan balikan/komentar yang mendidik. Hal ini hendaknya menjadi perhatian guru karena komentar ini dapat meningkatkan motivasi belajar peserta didik.
7. memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran.
Hendaknya guru benar-benar memperhatikan hasil penilian ini untuk perbaikan pembelajaran berikutnya sehingga dengan dilaksanakannya perbaikan pembelajaran secara berkesinambungan dapat meningkatkan hasil belajar.
8. melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada pimpinan satuan pendidikan dalam bentuk satu nilai prestasi belajar peserta didik disertai deskripsi singkat sebagai cerminan kompetensi utuh.
Laporan hasil penilaian ini dituangkan dalam Buku Laporan Hasil Belajar peserta didik, tetapi masih ada guru melaporkan hasil belajar siswa hanya dalam bentuk nilai akhir saja. Hendaknya guru melaporkan hasil penilaian ini lengkap sehingga penilaian hasil belajar ini bersifat akuntabel.
9. melaporkan hasil penilaian akhlak kepada guru Pendidikan Agama dan hasil penilaian kepribadian kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester akhlak dan kepribadian peserta didik dengan kategori sangat baik, baik, atau kurang baik.
Penilaian akhlak mulia dan kepribadian peserta didik ini telah dilaksanakan guru, tetapi belum sesuai dengan yang diharapkan. Penilaian dengan teknik pengamatan lebih besar dipengaruhi oleh unsur subjektifnya.
Dari uraian di atas terlihat bahwa dalam kegiatan penilaian hasil belajar, guru dituntut melaksanakannya sesuai dengan standar penilaian pendidikan. Untuk melaksanakannya bukanlah tugas yang mudah dan akan menyita waktu dan pemikiran yang banyak. Guru pada umumnya telah melaksanakan kegiatan penilaian hasil belajar, tetapi belum dilaksanakan sesuai dengan standar, contohnya pada analisis hasil belajar masih ada guru yang melaksanakannya hanya untuk melengkapi bahan kenaikan pangkat saja (kalau hukumnya wajib) padahal kegiatan ini merupakan tupoksi seorang guru. Mudah-mudahan dengan disertifikasinya guru (Permendiknas Nomor 18 Tahun 2007) diharapkan guru bekerja secara professional dan melaksanakan tupoksinya dengan optimal, yang salah satunya adalah kegiatan penilaian hasil belajar peserta didik.
Pedoman bagi guru dalam menjalankan tugasnya sebagai professional telah dituangkan dengan beberapa standar pendidikan yaitu Standar Isi (Permendiknas 22/2006), Standar Kelulusan (Permendiknas 23/2006) keduanya ini merupakan pedoman untuk mengembangkan silabus mata pelajaran, Standar Proses (Permendiknas 41/2008) untuk menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Pelaksanaannya di kelas, Standar Penilaian (Permendiknas 20/2007) untuk merancang, melaksanakan, melaporkan, dan tindak lanjut penilaian hasil belajar. Marilah kita masing-masing merefleksi diri apakah tugas yang kita laksanakan telah memenuhi standar yang ditetapkan? Hal ini membutuhkan pengorbanan waktu, tenaga, dan pemikiran untuk melaksanakannya untuk peningkatan mutu pendidikan. Penulis yakin dengan kerja keras, kerja ihklas, dan kerja cerdas kita dapat melaksanakannya.

  1. Katam
    26 Desember 2010 pukul 3:34 PM

    YTh P Isral, S.Pd.

    Mohon bantuan diuraikan alur penilaian meliputi jenis, bentuk, waktu pelaksanaan dan fungsi serta peruntukan hasil/nilainya.

    Misal: Ulangan harian, yang diuji sebatas apa? tugas-tugas materinya sebatas apa? Ulangan Tengah semester, materinya meliputi apa? Ulangan Akhir Semester meliputi apa?

    Karena saya jadi ndak mampu memahami setelah memasukkan dalam daftar nilai, karena adanya tumpang tindih pengujian terhadap siswa. Kerena pada prinsipnya penilaian bertujuan mengetahui keberhasilan siswa dalam menuntaskan atau penguasaan kompetensi.

    Ketika saat ulangan harian telah diuji 1 (satu) KD, pada ulangan Tengah Semester KD tersebut diuji lagi. Bukankah ini tumpang tindih??? kasihan siswa diuji berulang-ulang.. kan??

    setelah dilaksanakan Ul. harian dan UTS, dilakukan lagi UAS pada akhir semester, lha ini artinya uji ketiga kalinya terhadap siswa atas KD yang sama.

    Bukankah ini sangat melelahkan bagi siswa??
    Makanya Pak Isral, mungkin memang saya yang tidak mampu memahami, jd mohon uraian detail dengan berbasis KD.

    maksud saya : Kapan dapat dinyatakan satu KD telah dituntaskan oleh Siswa X, dan bukankan cukup sekali saja satu KD dinyatakan TUNTAS, dan tidak harus diuji lagi…???

    Mohon segera. Trimakasih.

    • 26 Desember 2010 pukul 5:19 PM

      Yth. Bapak Katam
      Prosedur penilaian berbasis KD:
      1. Penilaian proses setiap pertemuan, penilaian yang dilaksanakan setelah proses pembelajaran. Dapat dilakukan dengan kuis, pengamatan, tugas, dan lain-lain. Penilaian ini hanya sebagai tolak ukur apakah tujuan pembelajaran pertemuan tersebut tercapai/tidak tercapai. Nilai ini tidak digunakan dalam perhitungan pencapaian indikator KD (digunakan untuk perbaikan proses pembelajaran berikutnya).
      2. Setelah satu KD selesai maka dilaksanakan ulangan harian (boleh juga dilaksanakan beberapa KD tetapi nilainya dihitung per-KD). Nilai ini dianalisis untuk melaksanakan program remedial dan pengayaan).
      3. Jika satu SK mengandung beberapa KD maka rata-ratanya dinamakan nilai SK. (Nilai SK ini nanti dibandingkan dengan dengan KKM SK apakah SK tersebut tercapai, melampaui atau tidak tercapai. (SK yang belum tercapai inilah yang kita masukan kedalam “Deskripsi Kemajuan Belajar”.) contohnya nilai Rapornya 75 (KKM 70) dideskripsi kemajuan belajar nanti tertulis SK-3 belum tercapai. Untuk SK-SK yang belum tercapai harus dilaksanakan remedial pada semester berikutnya atau kelas berikutnya (dilaksanakan oleh guru yang mengajarya pada waktu SK tersebut belum tercapai), pada KD atau lebih detailnya pada Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar mana yang belum tercapai. Dalam format rapor dibelakang dicantumkan seluruh SK.
      4. Rata-rata nilai seluruh KD, inilah yang disebut dengan Rata-rata Ulangan Harian (RUH).
      5. Apakah nilai tugas mempengaruhi nilai UH atau Rapor atau Pencapaian KD? Jawabanya tergantung kepada kegunaan tugas yang diberikan, maksudnya jika tugas tersebut hanya untuk mendalami materi (latihan lebih lanjut maka nilai tugas tersebut tidak mempengaruhi nilai UH atau rapor, tetapi apabila tugas tersebut merupakan uji untuk KD maka nilai tersebut merupakan nilai ulangan harian untuk KD tersebut. Contohnya dalam matematika KD: Membuat jarrng-jaring kubus, balok, limas dan prisma. Jika kita menugaskan siswa membuatnya maka nilai tugas ini dapat kita jadikan sebagai nilai ulangan harian untuk KD tersebut. Mungkin tugas yang kita berikan dalam bentuk penugasan portofolio atau praktek dengan penilaian unjuk kerja.
      6. Ulangan Tengah Semester (UTS) dilaksanakan setelah pembelajaran dilaksanakan untuk beberapa KD (biasanya berkisar minggu ke 9 dan pelaksanaanya dikoordinasikan oleh sekolah).
      7. Ulangan Akhir Semester(UAS) dilaksanakan setelah proses pembelajaran selesai dalam satu semester, materinya seluruh KD dalam semester tersebut.
      8. Nilai Rapor adalah hasil pengolahan Nilai RUH, UTS, UAS sesuai dengan perumusan KTSP.
      Ctt:
      • Blanko Nilai proses (Tugas, kuis, pengamatan). (format-1)
      • Blanko nilai UH dibuat per KD, beberapa KD nanti disediakan Nilai SK, dan seluruh Nilai KD dirata-ratakan (RUH). (format-2) dan disediakan juga untuk nilai remedi.
      • Rekapitulasi Nilai (RUH, UTS, UAS/UKK, Nilai Rapor).
      Inilah yang dapat saya jelaskan berdasarkan Permendiknas No. 20 Th 2007 dan pelatihan yang saya ikuti di P4TK Jogyakarta.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: