Beranda > BAM > SALAPAN PARISAI BUJANG SELAMAT ( PAKAIAN PEMUDA MINANGKABAU )

SALAPAN PARISAI BUJANG SELAMAT ( PAKAIAN PEMUDA MINANGKABAU )

Oleh : H. Awalul Karimi, S.Pd, Dt. Sinaro Kayo

Di Minangkabau mengisyaratkan, bahwa seorang pemuda atau Bujang Salamat memiliki delapan indikator atau kriteria kearifan / ketangkasan, yang lebih dikenal dengan salapan parisai bujang salamat. Pengertian parisa disini adalah lebih mengacu kepada sifat atau martabat yang harus dimiliki oleh seorang pemuda Minangkabau.

Adapun salapan parisai itu adalah :

  1. Capek Kaki Indak Panaruang, bahwa pemuda itu mampu bertindak dan melaksanakan tugas dalam waktu yang pendek dan tidak beresiko. Artinya seorang pemuda berbuat dan bertindak dengan penuh kehati-hatian serta jelimat dalam mengambil keputusan. Dengan demikian akan terwujudlah kepemudaan yang tegas dan penuh tanggung jawab dalam segala tindakan.
  2. Ringan Tangan indak Mamacah, bahwa seorang pemuda itu mampu berbuat dan bertintak dan tidak menyalahi ketentuan dan aturan Adat Basandi Syarak yang berlaku ditengah-tengah masyarakaangt. Artinya seorang pemuda itu selalu berbuat baik dan tidak terjadi benturan dalam pergaulan karena tidak menyalahi aturan yang berlaku.
  3. Alun diimbau ala datang, mengisyaratkan bahwa seorang pemuda itu cepat tanggap dan reflek tentang hal-hal yang membutuhkan keberadaan sipemuda itu, walau dengan situasi bagaimanapun pemuda harus pandai mengkondisikan dirinya ditengah-tengah masyarakat. Keberadaan pemuda yang seperti inilah yang didambakan oleh masyarakat dan nagari untuk kemajuan umat dimasa datang.
  4. Aluan disuruah ala pai, dalam setiap tugas yang diemban oleh seorang pemuda itu tidak perlu menunggu perintah, apalagi yang berkaitan dengan kepentingan kaum atau orang banyak, makanya seorang pemuda itu mengerti dengan dirinya. Dengan demikian akan kelihatan lah keberadaan pemuda itu betul-betul selalu siap dan waspada dengan situasi yang berkembang.
  5. Tau di Runciang nan ka mancucuak, seorang pemuda harus arif dan awas dalam mempergunakan segala sesuatunya dan harus antisipatif pada setiap kemungkinan terjadinya bencana yang dapat merugikan diri sendiri dan orang banyak. Dengan demikian seorang pemuda betul-betul merupakan parik paga dalam nagari yang selalu siap dengan segala keadaan.
  6. Tau di Tajam nan ka malukoi, seorang pemuda harus tahu dan ingat serta mampu menganalisa pada setiap keadaan yang memungkinkan terjadinya bahaya terhadap diri sendiri dan kepentingan masyarakat banyak. Disini diminta kejelian seorang pemuda dalam menghadapi situasi yang berkembang, dengan kejeliannya itu diharapkan pemuda dapat mengantispatif dengan segala kemungkinan.
  7. Ingek di Gadang nan ka Malendo, dalam hal ini mengisyaratkan kepada pemuda bahwa ia harus dapat mengetahui siapa lawan dan siapa yang kawan dalam kehidupan bermasyarakat, ” sawah harus jelas pematangnya “. Sebab da lam kehidupan bermasyarakat sulit untuk dibedakan antara lawan dan kawan, seperti pepatah pernah mengatakan bahwa “ hai balam timbago elok-elok di pamedanan sabab antaro jarek jo jarami hampia sarupo “.
  8. Arif di Tinggi nan ka Maimpok, seorang pemuda harus mampu befikir sehat dan rasional dan dapat mengantisipasi terhadap bahaya yang akan merusak moral dan kepribadiannya selaku anak Minangkabau. Untuk melalui liku-liku kehidupan yang serba tak menentu itu diharapkan sangat kepada pemuda untuk selalu berhati-hati dan dengan keimanan yang tangguh dan moral yang terpuji.
  1. Chepy Amiraga
    10 April 2010 pukul 10:29 AM

    hi lam kenal ..
    blognya oke

    saling berkunjung ya ..
    http://chepyamiraga.wordpress.com/2010/04/10/patungan-yuuuk/

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: